English Indonesia
Search
Member Facility
Username
Password
 Forget Password?
 Register Membership Web
 Register Membership AKI
 Login Membership AKI
 Membership Requisite
Membership Form
 CSDB
 NCAIP
 Construction Prospect
 Sertification
Information
2017-10-31
Kementerian PUPR Uji Aspal Plastik yang Lebih Tahan Retak
Posted By: Administrator

Inovasi memanfaatkan limbah untuk bahan bangunan (konstruksi) semakin  berkembang. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan uji coba penggunaan aspal campuran limbah plastik atau aspal plastik. Uji coba dilakukan  di Jalan Dakota akses Bandara Lama Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sepanjang 100 meter, pada Selasa  (24/10/2017). 

"Kami bersama Kemenko Kemaritiman terus mendorong dan mengawal pemanfaatan limbah plastik sebagai campuran aspal. Termasuk melibatkan Kementerian Perindustrian dan SMK untuk pengembangan mesin pencacahnya," kata Menteri Basuki Hadimuljono, beberapa waktu lalu. 

Penghamparan aspal plastik di Maros dihadiri Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR Deded P Syamsudin dan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XIII Makassar Bastian S Sihombing.

Sebelum dilakukan uji coba penghamparan aspal, dilakukan sosialisasi proses pencampuran aspal bercampur limbah plastik di Asphalt Mixing Plant (AMP) yang terletak di Maros. Proses pencampuran tidak memerlukan  penggunaan teknologi khusus dan alat baru, sehingga dapat dilakukan oleh perusahaan AMP manapun.
 
“Bukan suatu teknologi yang canggih dan tidak membutuhkan alat baru apapun,” ujar Deded P Syamsudin.

Menurutnya, pelaksanaan uji coba di Maros bertujuan meningkatkan 
kepedulian pemerintah daerah untuk mengelola sampah dengan lebih baik melalui pemanfatan ulang. 

Ia menyatakan, komposisi limbah plastik kresek sebagai bahan campuran aspal dilakukan dengan komposisi 6 persen. Campuran limbah plastik tersebut tidak boleh melebihi kadar 6 persen, sebab dapat berpengaruh pada kualitas aspal yang justru menjadi mudah retak. Aspal dengan campuran plastik juga bakal aman terhadap panas dan tidak mudah meleleh.

Biasanya, suhu permukaan aspal hanya berkisar 55 derajat Celcius. Sementara untuk membuat plastik meleleh dibutuhkan suhu di atas 100 derajat Celcius," jelasnya. 

Lebih Tahan Deformasi

Sebelum uji coba di Maros, Kementerian PUPR telah melakukan uji coba penghamparan aspal plastik di Bali dan Bekasi. Selanjutnya akan dilakukan di rest area jalan tol Tangerang-Merak dan Depok.

Sejatinya, penelitian mengenai pemanfaatan limbah plastik untuk bahan campuran aspal sudah dimulai sejak 2008 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR. Kemudian atas inisiasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, penelitian berlanjut kembali awal 2017. Maklum, potensi pemanfaatan limbah plastik untuk menjadi bahan baku aspal jalan di Indonesia sangat tinggi. Saat ini, kebutuhan aspal nasional sekitar 1,5 juta ton per tahun.

Apabila penggunaan limbah plastik sekitar 6 persen dari kadar aspal, dengan asumsi 50 persen dari seluruh campuran beraspal menggunakan limbah plastik, maka potensi penggunaan limbah plastik untuk konstruksi jalan sekitar 0,045 juta ton per tahun.

Dengan asumsi tebal lapisan 4 cm dan lebar jalan antara 7 meter -14 meter, maka untuk 1 km jalan dapat menyerap 2,5 ton hingga 5 ton limbah plastik. Dengan penggunaan limbah plastik ini, biaya tambahan yang diperlukan hanya sekitar 1 persen - 2 persen dari campuran beraspal konvensional, tapi kualitasnya jauh lebih tinggi.

Melihat ketahanan terhadap deformasi, aspal dengan campuran limbah plastik memiliki ketahanan alur lebih tinggi. Untuk aspal konvensional, nilai stabilitas dinamis adalah 530 lintasan/mm, sedangkan untuk campuran dengan limbah plastik 5 persen menghasilkan nilai stabilitas dinamis sebesar 1.830 lintasan/mm. Sementara untuk campuran dengan 10 persen limbah plastik menghasilkan nilai stabilitas dinamis sebesar 4.875 lintasan/mm.

"Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar limbah plastik, maka campuran aspal tersebut akan semakin tahan terhadap deformasi," tegas Menteri Basuki.

Tidak hanya itu, ketahanan terhadap retak lelah untuk aspal yang menggunakan campuran lahan plastik ini lebih panjang. Hasil pengujian fatigue menunjukkan bahwa penambahan 5 persen limbah plastik akan meningkatkan ketahanan campuran terhadap retak lelah.

Hadirnya teknologi aspal plastik memang diharapkan dapat mereduksi sampah plastik, sekaligus dapat menarik manfaat ekonomi untuk dijadikan bahan campuran aspal

Berdasarkan hasil uji laboratorium tahun 2017 oleh Pusat Litbang Jalan Kementerian PUPR, campuran beraspal panas dengan tambahan limbah plastik menunjukkan peningkatan nilai stabilitas Marshall 40 persen dan lebih tahan terhadap deformasi dan retak lelah dibandingkan dengan campuran beraspal panas standar. 

Penggunaan limbah plastik juga sama sekali tidak mengurangi kualitas jalan, bahkan justru bisa menambah kerekatan jalan.  Saat dihampar sebagai aspal panas, ketika diukur suhunya yaitu 150-180 derajat celcius, yang artinya plastik tidak terdegradasi dan masih jauh dari batas degradasi sampah yaitu 250-280 derajat Celcius atau suhu di mana plastik mengeluarkan racun. 

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XIII Makassar Bastian S Sihombing mengatakan, pihaknya menyambut baik penerapan aspal campuran limbah plastik di Kota Makassar dan mendukung penuh penggunaan aspal plastik untuk digunakan pada ruas jalan nasional. (Hideko)

 
Copyright © 2007 Indonesia Contractors Association. All Rights Reserved. Powered By SLG   | Privacy Policy |
...