Perkumpulan Utama Bangunan Nusantara (PU Bangun) menggelar webinar membahas dampak gempa terhadap bangunan serta strategi mitigasi dan penguatan struktur
Perkumpulan Utama Bangunan Nusantara (PU Bangun) menggelar webinar bertajuk “Dampak Gempa terhadap Bangunan Gedung: Strategi Mitigasi dan Penguatan Struktur” pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan praktisi untuk membahas pentingnya kesiapsiagaan sektor konstruksi dalam menghadapi risiko gempa bumi di Indonesia.
Webinar yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Ir. Widodo,MSCE, Phd yang merupakan dosen Teknik Sipil di Universitas Islam Indonesia. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa Indonesia sebagai negara rawan gempa membutuhkan standar bangunan yang kuat dan adaptif terhadap risiko bencana.
Menurutnya, dampak gempa terhadap bangunan gedung tidak hanya ditentukan oleh kekuatan material, tetapi juga oleh desain struktur, kualitas konstruksi, serta penerapan standar teknis yang tepat. Oleh karena itu, strategi mitigasi harus dimulai sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan.
“Kunci utama dalam menghadapi gempa adalah memastikan struktur bangunan mampu menyerap dan meredam energi gempa, sehingga kerusakan dapat diminimalkan,” ujarnya dalam sesi pemaparan.
Webinar ini juga membahas pentingnya penerapan teknologi konstruksi terkini, penggunaan material berkualitas, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor konstruksi. Selain itu, penguatan regulasi dan pengawasan pembangunan dinilai menjadi faktor krusial untuk memastikan keselamatan bangunan.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Vita Puspitasari, S.E., M.A yang memandu jalannya diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait teknik penguatan struktur dan mitigasi risiko gempa di berbagai jenis bangunan.
Melalui webinar ini, PU Bangun berharap dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman para pelaku industri konstruksi, akademisi, serta masyarakat umum mengenai pentingnya mitigasi bencana, khususnya gempa bumi.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kolaborasi antara organisasi profesi, akademisi, dan pemerintah dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan di Indonesia.



